Kerinduan ini selalu berpadu,
pada hati yang satu,
melekat tanpa ragu
hingga daku menatap senyummu yang tersipu malu
Nak, tangismu tangisku. Senyummu, senyumku. Tawamu tawaku.
Maka, tersenyumlah selagi matahari tersenyum
Menangislah, jika itu satu-satunya jalan melepaskan dahaga
isak
Dan tertawalah, karena tawa dapat membakar penat
Tanpamu, diri ini hampa. Tanpamu, hati ini gelisah.
Entah apa kata orang,
Cinta ini muncul tanpa disangka
Bukan cinta dalam memadu kasih
Namun cinta kasih sayang seorang guru pada muridnya
Tiap berpisah, hati meretak, hati melebur
Karena cinta tidak bertemu dengan cinta
Seakan, ku ingin melihatmu puluhan tahun kemudian tetap
seperti ini
Di senyum lucu nan lugumu itu
Polos, bukan bak senyum serigala
Satu kata harus kuucapkan di malam ini,
Sebelum kau pergi di tidurmu
Jangan pernah dewasa, Nak! binhadjid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar