Jumat, 17 Oktober 2014

Jangan Pernah Dewasa, Nak!

Kerinduan ini selalu berpadu,
pada hati yang satu,
melekat tanpa ragu
hingga daku menatap senyummu yang tersipu malu

Nak, tangismu tangisku. Senyummu, senyumku. Tawamu tawaku.
Maka, tersenyumlah selagi matahari tersenyum
Menangislah, jika itu satu-satunya jalan melepaskan dahaga isak
Dan tertawalah, karena tawa dapat membakar penat
Tanpamu, diri ini hampa. Tanpamu, hati ini gelisah.

Entah apa kata orang,
Cinta ini muncul tanpa disangka
Bukan cinta dalam memadu kasih
Namun cinta kasih sayang seorang guru pada muridnya
Tiap berpisah, hati meretak, hati melebur
Karena cinta tidak bertemu dengan cinta

Seakan, ku ingin melihatmu puluhan tahun kemudian tetap seperti ini
Di senyum lucu nan lugumu itu
Polos, bukan bak senyum serigala

Satu kata harus kuucapkan di malam ini,
Sebelum kau pergi di tidurmu

Jangan pernah dewasa, Nak! binhadjid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar