Ada
beberapa hal unik yang sering kita temukan dalam kehidupan ini. Dalam suatu
kesempatan, saya diminta oleh seorang senior untuk menyebutkan kelebihan dari
seseorang yang kebetulan saat itu adalah sahabat karib saya.
Tanpa ragu, saya sebutkan semua kelebihan, kepandaian dan kehebatan dia
daripada teman-teman yang lainnya. Tentang kemampuannya dalam olahraga,
kepandaiannya di kelas, hingga mendapatkan ranking. Serta kehebatan-kehebatan
lainnya. Semua saya sebutkan tanpa terlewat satupun, seakan saya sudah
menghafal sebelumnya.
Setelah itu, sang seniorpun meminta saya untuk menyebutkan kelebihan
diri saya sendiri. Betapa diri ini bingung. Entah harus menjawab apa? Seakan
lidah ini kelu saat akan berbicara? Bukan takut, tapi karena memang tak tahu
harus menjawab apa? Berarti, diri ini lebih mengenal orang lain, daripada diri
sendiri.
Hal ini merupakan hal super unik. Saya yakin, dan anda pasti sepakat,
bahwa kita lebih sering mengenal orang lain, daripada mengenal diri sendiri.
Kita tak tahu siapa diri kita? Dari mana kita? Apa kelebihan kita? Dan untuk
apa kita dilahirkan? Karena tak tahu siapa kita, maka kita hidup seperti halnya
air mengalir. Mengikuti arus yang diatur oleh lekukan tanah, bukan membuat
aliran sendiri. Jika hanya demikian, maka untuk apa kita hidup, dibekali dengan
kelebihan-kelebihan yang kita sendiri tak tahu.
Maka, sudah saatnya kita berinstropeksi diri. Mulai dari pertanyaan,
saya ini siapa? Berawal dari sana,
kita akan mulai bertanya banyak hal. Dan sedikit demi sedikit, akan mulai
mengetahui, apa kelebihan dari diri kita? Apakah ada suatu hal, yang bisa saya
lakukan, sedangkan orang lain tidak? Kelebihan itu pasti ada, karena memang
kita diciptakan dengan desain yang berbeda-beda, meskipun kita berasal dari
satu desainer.
Seperti satu pepatah arab yang pernah saya dengar, "Barang siapa
yang mengenal dirinya sendiri, maka ia akan mengenal Tuhannya." binhadjid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar