La Jadida Tahta as-Syams. Sebuah pepatah yang saya
yakin jarang didengar oleh masyarakat Indonesia. Karena memang pepatah tersebut
santer diucapkan oleh orang mesir kuno.
Tidak ada “hal baru” di bawah matahari. Kira-kira begitulah
makna pepatah tersebut. Pepatah yang sederhana namun menyimpan makna yang
mendalam. Mungkin inilah maksud Kiai di pesantren mengajari kami pepatah
tersebut hari ini.
Usia dunia ini sudah begitu tua, bahkan saat Rasul melakukan
perjalanan ke Sidratul Muntaha, Rasul menyaksikan ada seseorang yang
amat sangat tua. Sang malaikat yang kala itu mengantar Rasul mengatakan bahwa
orang tua itu adalah gambaran bumi saat ini, very very old.
Jika bumi sudah sangat tua, maka segala macam proses alam
maupun peralihan peradaban dari masa ke masa sudah tak terhitung lagi. Terlalu
banyak untuk kita bahas satu persatu sejarah umat manusia di muka bumi ini.
Dewasa kini, banyak muncul paham-paham baru yang mulai
menyetir umat Islam ke arah menyesatkan. Mulai dari liberalisme, sekularisme
dan isme-isme lainnya yang membawa umat semakin jauh dari an-nur.
Apa paham tersebut baru muncul belakang ini saja? Atau itu
dagangan lama para misionaris yang tak laku pada masa lampau?
Kiai kami melontarkan pernyataan yang begitu menggelitik.
“Kalau sekarang muncul orang-orang sombong dengan kekayaan
dan kecerdasannya, muncul orang-orang yang menyesatkan umat, muncul isu-isu
yang memecah belah Islam, itu gak muncul sekali ini saja. Sudah lama
umat Islam menghadapi hal-hal tersebut, hanya sekarang kemasannya saja berbeda.
Kalau urusan manusia sombong, dari fir’aun bahkan iblis pun, sikap sombong
sudah lebih dulu mereka miliki.”
Kami yang masih berusia belia, tiap membuka isu-isu di
internet, dengan pemikiran dangkal dan prinsip yang terkadang masih dapat
ditawar, seringkali terbawa arus dan isu menyesatkan. Mendengar ‘pencerahan’
kiai kami, kami kembali berpikir. Bahwa perang pemikiran, perang ideologi
hingga perang urat syaraf bukan barang baru di dunia ini. Itu sudah terjadi
sejak dulu, bahkan zaman sebelum masehi.
Maka benarlah kiranya orang mesir kuno mengatakan, “La
Jadida Tahta as-Syams.” Tapi kalau tidak di bawah matahari, mungkin saja ada
hal baru yang akan terjadi. binhadjid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar