Saat nafasmu ada,
Nafasku ada
Namun jiwa ini belum bertemu
Karena (mungkin) jiwaku belum siap ditemui
Oleh tamu seberat dirimu
Yang kutahu, sosokmu sosok guru tua
Yang kutahu, perawakanmu puncak kewibawaan
Yang kutahu, perawakanmu puncak kewibawaan
Aku menyesal,
Di mana masa itu, bau kencur masih menyengat
Kenapa masa itu diri ini seperti anak ‘kemarin sore’
Mengapa diri ini masih begitu jauh denganmu
Saat nafasmu tiada,
Orang-orang berlomba memuji
Tiap kata terselip namamu
Rupanya konsep “ wannasu yadhakuuna sururan” berlaku
Bukan omong kosong belaka
Kini nafasmu kembali
Namun tak dihembuskan olehmu
Nafas itu, ada pada semangat, tekad dan kekuatan santri
Tertera pada semangat ajaran,
Terangkum pada tekad iman,
Dan dibungkus dengan kekuatan doa,
Wahai guru yang kepada Tuhan Esa kau kembali
Pada bagian doa itulah, kami hadir
binhadjid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar