Senin, 16 Juli 2012

Allah sedang mengajarkan makna dari 'diam'

Allah benar-benar 'sedang' mengajarkan saya tentang esensi dari diam. Bahwasanya diam tak hanya bermakna tutup mulut, namun sarat akan makna kesabaran, perjuangan, keikhlasan, penghormatan bahkan penyimpanan kekuatan luar biasa dalam diri seseorang. Karena orang yang paling kuat adalah orang adalah orang yang mampu menahan amarahnya di kala ia marah.

Setelah 6 hari mengalami sariawan yang 'luar biasa', diam adalah hal yang paling masuk akal saya lakukan saat ini. Mau ngapa2in juga sakit, mendingan diam. Tapi justru dalam diam, saya menemukan sebuah kenikmatan, serta jati diri yang selama ini dikubur dalam-dalam pada pribadi yang sok gaul ini. Dalam diam saya menemukan ketenangan yang tak pernah saya dapat sebelumnya. Tanpa banyak usaha, saya dapat lebih terselamatkan dari dosa berkat tertutupnya mulut ini. Semoga masih dapat terus saya jaga meskipun kesehatan sudah kembali lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar