MENANAMKAN MINAT BACA PADA ANAK USIA DINI
I.
Pendahuluan
Buku adalah jendela ilmu. Begitu yang sering kita
dengar. Namun seiring bertambahnya waktu, kebiasaan membaca kita semakin
tergerus dengan adanya teknologi multimedia yang semakin berkembang. Di
kalangan anak-anak pun, teknologi canggih seperti playstation, Xbox,
smartphone, tablet, aneka gadget canggih dan tayangan-tayangan televisi
sudah semakin merajai keseharian mereka. Membaca buku
sudah bukan menjadi prioritas lagi bagi anak-anak.
Padahal,
membaca adalah salah satu ketrampilan hidup
yang sangat penting. Budaya ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua
aspek kecerdasan, tidak hanya berbicara dan membaca. Karenanya, mengenalkan dan
menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anak perlu dilakukan sejak dini.
Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.
Budaya
membaca bisa mendorong kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bahasa serta
memperluas pengetahuannya. Jika si kecil belum bisa membaca, Anda-lah yang
bertugas melakukannya.
Bagi
anak yang sudah memasuki masa sekolah, manfaat membaca buku akan
berguna untuk menumbuhkan minat bacanya, asalkan Anda melibatkan sang anak
dalam proses membaca tersebut secara aktif. Di samping itu, membaca juga akan menumbuhkan rasa ingin
tahu, mengembangkan daya imajinasi serta meningkatkan kreativitas sang anak,
selain juga akan membantu mereka memahami tata bahasa dan struktur kalimat yang
benar. Hal-hal tersebut akan sangat membantu mereka dalam masalah akademis di
sekolah nantinya.
Sementara
dalam pergaulan, manfaat membaca buku
akan membantu anak Anda untuk belajar mengekspresikan dirinya secara jelas dan
penuh percaya diri. Selain itu mereka juga akan siap dalam menghadapi kehidupan
nyata serta belajar untuk menyikapi situasi atau lingkungan baru yang asing
bagi mereka.
Tak
kalah pentingnya, sebuah data statistik di Amerika Serikat menunjukkan bahwa
anak-anak yang pintar di sekolah serta seorang pembaca yang baik, ternyata
memiliki orangtua yang rajin membacakan buku pada mereka. Jadi tunggu apa lagi?
Bagitu banyak manfaat membaca buku
bagi anak Anda mulai sejak dini.
Oleh
karena itu, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menumbuhkan minat
anak dalam membaca.
II.
Kiat-Kiat
Utama Menanamkan Kecintaan Membaca
Pertama,
tentunya memastikan bahwa kecintaan membaca adalah tujuan pendidikan yang
terpenting bagi anak-anak. Meskipun anak kita memasuki sekolah ternama dan
berprestasi, akan tetap tertinggal pelajaran oleh teman-temannya apabila dia
tidak gemar membaca. Begitu pula sebaliknya, seorang anak yang belajar di
sekolah sederhana, tetapi gemar membaca dan begitu mencintai buku, akan
menunjukkan perkembangan yang signifikan di sekolahannya tersebut. Karena,
kecintaan membaca adalah tanda-tanda orang terpelajar.[1]
Kedua, tunjukkan
bahwa kita mencintai membaca, tak lebih dari sekedar perkataan. Akan tetapi,
sebagai orang tua, agaknya anda dapat berbuat lebih dari itu. Dengan sering
mengajak anak ke toko buku, memenuhi kamar anak dengan buku, sering mengajak
diskusi tentang cerita yang terdapat di buku dengan anak-anak dan bermacam
usaha yang menunjukkan kepada anak, bahwa buku merupakan hal yang begitu
penting dalam hidup kita.
Ketiga,
biarkan anak-anak membaca buku yang mereka sukai. Setiap anak pasti mempunyai
buku-buku yang mereka anggap menarik. Dalam berbagai kasus, banyak anak-anak
yang justru suka dengan buku-buku novel, komik maupun cerita-cerita fiksi. Anda
tak perlu khawatir, karena dengan buku-buku di atas tadi, nantinya tertanam
kecintaan membaca pada diri mereka. Pada masanya nanti, mereka akan
meninggalkan bacaan-bacaan tersebut, dan beralih pada buku-buku yang lebih
berbobot.
Yang
terakhir, jangan pernah menyerah mengupayakan sesuatu kepada anak-anak.
Yakinlah, bahwa berapa pun usianya, mereka tentu dapat diarahkan untuk mencintai
buku.
III.
Rendahnya
Minat Baca Anak Bangsa
Amat
sangat disayangkan sekali, pentingnya membaca bagi kehidupan manusia ternyata belum
disadari secara baik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Masyarakat belum
menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan, apalagi anak-anak. Minat baca
mereka masih rendah. Banyak penelitian yang menyimpulkan ke arah itu.
Dari
segi agama, banyak perintah dan anjuran untuk memperbanyak membaca. Salah
satunya, kitab suci Al-Qur’an mengatakan, “Bacalah, dengan (menyebut) nama
Tuhanmu yang telah Menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan tuhanmulah yang Maha Pemurah.”[2]
Oleh sebab itu, dapat kita bayangkan bahwa pentingnya membaca dalam kehidupan
ini, membaca segala hal yang dapat kita baca, terutama membaca buku.
Rendahnya
kemampuan berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, membaca, menulis dan
berbicara juga berarti rendahnya kemampuan membaca. Dengan kemampuan membaca
yang rendah, kemungkinan besar minat baca yang dimiliki pun rendah. Dengan
kemampuan membaca yang rendah, kemungkinan besar minat baca yang dimiliki pun
rendah. Tingginya presentase, yakni sebesar 87% ternyata juga tidak menjamin
tingginya minat membaca pada masyarakat kita.
Dalam
bukunya, Elly Damaiwati mengatakan, ”Anda boleh jadi kaya raya sehingga mampu
mewariskan harta yang banyak buat anak-anak. Namun, jika anda tidak mewariskan
kebiasaan membaca maka percayalah, sesungguhnya anda tengah mempersiapkan
kegagalan anak-anak anda untuk menderita.” [3]
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca
ada beberapa hal, diantaranya:
1.
Televisi
Sungguh
teramat memprihatinkan ketika proses pembelajaran lebih didominasi hasil
didikan televisi. Orangtua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, dan anaknya
pun lebih asyik ditemani oleh TV daripada bercanda dengan keluarga.
Berdasarkan
hasil survey dari komunitas TV sehat yakni YPMA (Yayasan Pengembangan Media
Anak), jumlah jam menonton TV anak Indonesia adalah 30-35 jam per pekan, 2 kali lebih banyak dari yang
seharusnya boleh ditonton yakni sebesar 15 jam. Padahal, berdasarkan pemantauan
YPMA terhadap 1106 tayangan anak yang diputar di 10 stasiun TV pada tahun 2006,
hanya 27 % yang aman dari seks dan kekerasan sedangkan yang 73 % berbahaya.
Meskipun terkadang materinya berupa film kartun, tetapi ketika diteliti,
ternyata isinya tontonan orang dewasa.
2.
Kultur Keluarga
Selain
faktor personal, faktor lain yang mempengaruhi minat baca adalah faktor
institusional, hal ini antara lain terlihat pada kultur keluarga. Masyarakat
kita lebih suka ‘ngobrol’ dari pada memanfaatkan waktu luangnya untuk
membaca.
3.
Pola Pendidikan dan Sikap Guru
Selain
keluarga, yang termasuk dalam kategori institusi adalah pola pendidikan di
negeri ini. Proses belajar mengajar yang masih didominasi sistem satu arah ini
mengakibatkan banyak kesulitan dalam mengembangkan minat baca anak.
IV.
Kesimpulan
Sudah
selayaknya kita tahu, bahwasanya sebaik-baik manusia adalah orang yang
bermanfaat bagi orang lain, terutama dalam pemanfaatan ilmu untuk kemaslahatan
bersama dan kemajuan bangsa. Ilmu pengetahuan bisa didapat di mana saja, akan
tetapi, ia paling mudah didapatkan dengan leluasa dalam buku. Dan bagaimana
anak mau membaca buku sehingga ia mendapatkan ilmu pengetahuan, apabila tidak ada
rasa cinta yang tumbuh dalam hatinya kepada buku.
Dengan membaca, juga dapat menumbuhkan minat anak untuk menulis.
Salah satunya Albhertiene Endah. Bagi
pecinta novel dan buku biografi, pasti tak asing lagi dengan sosok Alberthiene
Endah atau yang akrab disapa AE. Bukunya selalu menjadi best seller.
Sebut saja novelnya 'Jangan Beri Aku Narkoba', 'Supermodel', dan 'Cewek
Matre'. Belum lagi buku biografinya yang selalu habis
terjual, seperti 'The Last Words of Chrisye', dua buku tentang
Krisdayanti, '1001 KD' dan 'My Life My Secret'. Tak lama lagi, ia juga
akan memunculkan biografi tentang Ibu Negara Ani Yudhoyono. Itu semua dapat dilakukannya dengan menumbuhkan dan mencintai buku sejak
dini.
Daftar Pustaka
القران الكريم و ترجمة معانيه باللغة اللإندونيسية.
Biografi Alberthiene Endah. Artikel Gramedia Pustaka Utama, dalam situs http:/www.gramediapustakautama.com/
Damaiwati, Elly. 2007. Karena
Buku Senikmat Susu. Cetakan I, Surakarta: Afra Publishing.
Leonhardt, Mary. 1999. 99
Cara Menjadikan Anak Anda “Keranjingan” Membaca. Cetakan I, Bandung:
Penerbit Kaifa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar