Selasa, 19 Juni 2012

Contoh makalah buat fak. Pendidikan


MENANAMKAN MINAT BACA PADA ANAK USIA DINI
I.              Pendahuluan
Buku adalah jendela ilmu. Begitu yang sering kita dengar. Namun seiring bertambahnya waktu, kebiasaan membaca kita semakin tergerus dengan adanya teknologi multimedia yang semakin berkembang. Di kalangan anak-anak pun, teknologi canggih seperti playstation, Xbox, smartphone, tablet, aneka gadget canggih dan tayangan-tayangan televisi sudah semakin merajai keseharian mereka. Membaca  buku sudah bukan menjadi prioritas lagi bagi anak-anak.
Padahal, membaca adalah salah satu ketrampilan hidup yang sangat penting. Budaya ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan semua aspek kecerdasan, tidak hanya berbicara dan membaca. Karenanya, mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap buku kepada anak perlu dilakukan sejak dini. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.
Budaya membaca bisa mendorong kreativitas, daya imajinasi, kemampuan bahasa serta memperluas pengetahuannya. Jika si kecil belum bisa membaca, Anda-lah yang bertugas melakukannya.
Bagi anak yang sudah memasuki masa sekolah, manfaat membaca buku akan berguna untuk menumbuhkan minat bacanya, asalkan Anda melibatkan sang anak dalam proses membaca tersebut secara aktif. Di samping itu, membaca juga akan menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan daya imajinasi serta meningkatkan kreativitas sang anak, selain juga akan membantu mereka memahami tata bahasa dan struktur kalimat yang benar. Hal-hal tersebut akan sangat membantu mereka dalam masalah akademis di sekolah nantinya.
Sementara dalam pergaulan, manfaat membaca buku akan membantu anak Anda untuk belajar mengekspresikan dirinya secara jelas dan penuh percaya diri. Selain itu mereka juga akan siap dalam menghadapi kehidupan nyata serta belajar untuk menyikapi situasi atau lingkungan baru yang asing bagi mereka.
Tak kalah pentingnya, sebuah data statistik di Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak-anak yang pintar di sekolah serta seorang pembaca yang baik, ternyata memiliki orangtua yang rajin membacakan buku pada mereka. Jadi tunggu apa lagi? Bagitu banyak manfaat membaca buku bagi anak Anda mulai sejak dini.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menumbuhkan minat anak dalam membaca.
II.           Kiat-Kiat Utama Menanamkan Kecintaan Membaca
Pertama, tentunya memastikan bahwa kecintaan membaca adalah tujuan pendidikan yang terpenting bagi anak-anak. Meskipun anak kita memasuki sekolah ternama dan berprestasi, akan tetap tertinggal pelajaran oleh teman-temannya apabila dia tidak gemar membaca. Begitu pula sebaliknya, seorang anak yang belajar di sekolah sederhana, tetapi gemar membaca dan begitu mencintai buku, akan menunjukkan perkembangan yang signifikan di sekolahannya tersebut. Karena, kecintaan membaca adalah tanda-tanda orang terpelajar.[1]
Kedua, tunjukkan bahwa kita mencintai membaca, tak lebih dari sekedar perkataan. Akan tetapi, sebagai orang tua, agaknya anda dapat berbuat lebih dari itu. Dengan sering mengajak anak ke toko buku, memenuhi kamar anak dengan buku, sering mengajak diskusi tentang cerita yang terdapat di buku dengan anak-anak dan bermacam usaha yang menunjukkan kepada anak, bahwa buku merupakan hal yang begitu penting dalam hidup kita.
Ketiga, biarkan anak-anak membaca buku yang mereka sukai. Setiap anak pasti mempunyai buku-buku yang mereka anggap menarik. Dalam berbagai kasus, banyak anak-anak yang justru suka dengan buku-buku novel, komik maupun cerita-cerita fiksi. Anda tak perlu khawatir, karena dengan buku-buku di atas tadi, nantinya tertanam kecintaan membaca pada diri mereka. Pada masanya nanti, mereka akan meninggalkan bacaan-bacaan tersebut, dan beralih pada buku-buku yang lebih berbobot.
Yang terakhir, jangan pernah menyerah mengupayakan sesuatu kepada anak-anak. Yakinlah, bahwa berapa pun usianya, mereka tentu dapat diarahkan untuk mencintai buku.
III.        Rendahnya Minat Baca Anak Bangsa
Amat sangat disayangkan sekali, pentingnya membaca bagi kehidupan manusia ternyata belum disadari secara baik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Masyarakat belum menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan, apalagi anak-anak. Minat baca mereka masih rendah. Banyak penelitian yang menyimpulkan ke arah itu.
Dari segi agama, banyak perintah dan anjuran untuk memperbanyak membaca. Salah satunya, kitab suci Al-Qur’an mengatakan, “Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah Menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah yang Maha Pemurah.”[2] Oleh sebab itu, dapat kita bayangkan bahwa pentingnya membaca dalam kehidupan ini, membaca segala hal yang dapat kita baca, terutama membaca buku.
Rendahnya kemampuan berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara juga berarti rendahnya kemampuan membaca. Dengan kemampuan membaca yang rendah, kemungkinan besar minat baca yang dimiliki pun rendah. Dengan kemampuan membaca yang rendah, kemungkinan besar minat baca yang dimiliki pun rendah. Tingginya presentase, yakni sebesar 87% ternyata juga tidak menjamin tingginya minat membaca pada masyarakat kita.
Dalam bukunya, Elly Damaiwati mengatakan, ”Anda boleh jadi kaya raya sehingga mampu mewariskan harta yang banyak buat anak-anak. Namun, jika anda tidak mewariskan kebiasaan membaca maka percayalah, sesungguhnya anda tengah mempersiapkan kegagalan anak-anak anda untuk menderita.” [3]
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca ada beberapa hal, diantaranya:
1.                  Televisi
Sungguh teramat memprihatinkan ketika proses pembelajaran lebih didominasi hasil didikan televisi. Orangtua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, dan anaknya pun lebih asyik ditemani oleh TV daripada bercanda dengan keluarga.
Berdasarkan hasil survey dari komunitas TV sehat yakni YPMA (Yayasan Pengembangan Media Anak), jumlah jam menonton TV anak Indonesia adalah 30-35  jam per pekan, 2 kali lebih banyak dari yang seharusnya boleh ditonton yakni sebesar 15 jam. Padahal, berdasarkan pemantauan YPMA terhadap 1106 tayangan anak yang diputar di 10 stasiun TV pada tahun 2006, hanya 27 % yang aman dari seks dan kekerasan sedangkan yang 73 % berbahaya. Meskipun terkadang materinya berupa film kartun, tetapi ketika diteliti, ternyata isinya tontonan orang dewasa.
2.                  Kultur Keluarga
Selain faktor personal, faktor lain yang mempengaruhi minat baca adalah faktor institusional, hal ini antara lain terlihat pada kultur keluarga. Masyarakat kita lebih suka ‘ngobrol’ dari pada memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca.
3.                  Pola Pendidikan dan Sikap Guru
Selain keluarga, yang termasuk dalam kategori institusi adalah pola pendidikan di negeri ini. Proses belajar mengajar yang masih didominasi sistem satu arah ini mengakibatkan banyak kesulitan dalam mengembangkan minat baca anak.
IV.             Kesimpulan
Sudah selayaknya kita tahu, bahwasanya sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, terutama dalam pemanfaatan ilmu untuk kemaslahatan bersama dan kemajuan bangsa. Ilmu pengetahuan bisa didapat di mana saja, akan tetapi, ia paling mudah didapatkan dengan leluasa dalam buku. Dan bagaimana anak mau membaca buku sehingga ia mendapatkan ilmu pengetahuan, apabila tidak ada rasa cinta yang tumbuh dalam hatinya kepada buku.
Dengan membaca, juga dapat menumbuhkan minat anak untuk menulis. Salah satunya Albhertiene Endah. Bagi pecinta novel dan buku biografi, pasti tak asing lagi dengan sosok Alberthiene Endah atau yang akrab disapa AE. Bukunya selalu menjadi best seller. Sebut saja novelnya 'Jangan Beri Aku Narkoba', 'Supermodel', dan 'Cewek Matre'. Belum lagi buku biografinya yang selalu habis terjual, seperti 'The Last Words of Chrisye', dua buku tentang Krisdayanti, '1001 KD' dan 'My Life My Secret'. Tak lama lagi, ia juga akan memunculkan biografi tentang Ibu Negara Ani Yudhoyono. Itu semua dapat dilakukannya dengan menumbuhkan dan mencintai buku sejak dini.



Daftar Pustaka
القران الكريم و ترجمة معانيه باللغة اللإندونيسية.
Biografi Alberthiene Endah. Artikel Gramedia Pustaka Utama, dalam situs    http:/www.gramediapustakautama.com/
Damaiwati, Elly. 2007. Karena Buku Senikmat Susu. Cetakan I, Surakarta: Afra    Publishing.
Leonhardt, Mary. 1999. 99 Cara Menjadikan Anak Anda “Keranjingan” Membaca. Cetakan I, Bandung: Penerbit Kaifa.







[1]Mary Leonhardt. 99 Cara Anak Anda “Keranjingan” Membaca. (Bandung: Penerbit Kaifa, 1999). Hal 33.
[2]القران الكريم و ترجمة معانيه باللغة اللإندونيسية. الصفحة 1079

[3]Elly Damaiwati. Karena Buku Senikmat Susu. (Surakarta: Afra Publishing, 2007). Hal 26.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar